Minggu, 26 Januari 2020

Gooday

This morning I gave my friends booster from the video, also for myself. I told,"Build your dream, make target, and believe it will come true. If God bless you, all of creatures in this world will help you even we don't realize it. So, keep your dream, make efforts, and believe God always beside you, supports, and guides you."
In the class, I was so sleepy. I wanted to give up and go back to the camp and sleep, but I couldn't do it. I had to continue my class.
In the next class, I suddenly wanted to take a dump when the tutor gave me task to prepare speech. For the first, I hold it, because I didn't know where was toilet. I hold around 5 minutes, I hope it will go. Unfortunately, time by time the feeling was stronger. I gave up, I asked my tutor where is toilet. He answered beside our class, it means it's near. Directly, several of my classmates laugh me because it was like syndrome nervous to speaking. I didn't care, the main point I could feel better, my selfish came. Furthermore, while I took a dump, the tutor started speech contest. My name was mentioned, I heard it unclearly and also my friends' laugh. It was so funny.
The other hand, I didn't know what my friends think about me, they choose me as one of 3 winner speaker. I was surprised and little bit didn't believe it. It was true. Three of us stood up in front of class, and got next questions. That was the last section in his studio this morning. I am happy, that I am not the loser only. You have special things. Be yourself. Be grateful. Every single person has own special and portion thing.
Thanks for my tutor and my friends, I love you.

Panggil Aku Hoi

Setelah 10 pertemuan di kelas, gk ku sangka kamu masih mengenaliku. Tak biasanya aku bisa menjalin/menarik seseorang untuk keep contact. Kamu sepertinya berbeda, pikirku. Saat itu aku ada jobdesk disana. Saat aku mau ke office tiba-tiba kamu bilang,"Hoi, dari jauh cakep lu, kirain siapa." Saat itu, aku anggap itu bercanda saja. Hari-hari berikutnya, hanya sekadar saling sapa, yang kurasa, itu wajar seperti sikapmu ke semua orang.
Pada tanggal 20 Januari lalu, kamu bilang lagi, "Hoi cantik juga kau kulihat dari sini", candamu dari seberang jalan dan dibalik mobil pick up putih. "Iya dari balik situ mah, tuh kan jadi fokus ke kamu, mau nyebrang nih", jawabku sambil berlalu meninggalkannya tanpa tahu apa ekspresi yang dia tampilkan. Namun, selama ini memang dia wajahnya datar aja, gk emosional. Ada 2 emosi baginya yang aku kenali: datar dan murung kaya orang sakit kurang gizi (ups, peace).
Aku suka begini nih membicarakan seseorang. Gak biasanya aku bisa memberi penialian ke orang lain begini. Khusus untuk ini jangankan menilai, kepikiran apalagi. Aku berpikir gimana karir dia, apa dia gk ingin lanjut kuliah atau sebagainya? Aku pun kepikiran kata temannya, dia begitu murung/gk jelas karena gagal nikah, apa ini benar? Sebegini detailnya aku jika ada orang yang membuatku kepedean. Atau dia memang fokus pada keluarganya? Di PP WA nya dia pasang foto ayah ibu di Tanah Suci, diakah yang membiayai itu? Wallohu a'lam.
Hari ini, aku kembali ke office. Sesampainya disana, adalah dia. Aku udah liat duluan sebenarnya, tapi aku jaim dan pura-pura gk peduli. "Hoi, gk rapat lu? Gw mah orang dalam santui", sapa dia. "Jelas-jelas aku datang ke office, ngapain kalo gk rapat bang", dalam hatiku. Aku ladenin aja itu candaan dengan,"Asyiap".
Sesampainya di ruang rapat,"Hoi" aja. Kami duduk cukup dekat, tapi dia lebih di belakang, jadi aku gk bisa liat gerak-geriknya. Sedikit tahu aja kalo dia keluar masuk ruangan. Bodo amat aja aku sih. Sampai rapat selesai kami keluar. Ternyata dia lagi tiduran di sofa luar ruangan, seperti biasa ekspresi orang sakit, murung, tak berdaya. Sewajarnya cewek, kepedeanku mencuat. Ketika aku keluar ruangan dan melihat dia, saat itu juga dia bangun dan senyum (tapi tetap datar, sangar dan gk ada manis-manisnya) sambil manggil seperti biasa, "Hoi, sini hoi, gw bilangin". Aku godain Aja,"Masuk tuh, pembagian jatah". Beberapa kali (2x doanh dong sih kayanya) memanggil, mau bilang sesuatu katanya. Dalam pikiranku, mau bilang apa juga nih orang, kita aja jarang berinteraksi, kenal pun karena kelas Grammar selama 10 pertemuan, gk pernah ngobrol intens juga. Mau ngomong apa lu? Aku berpikir sejenak, haruskah aku mendekat atau cuek aja? Aku akhirnya bergerak seakan ingin mendekati, tapi gk sampai. Melihat mukanya aku minder, dan beranggapan, "Ini cuma bercanda aja nih, liat aja ekspresinya." Tapi urusan hati siapa yang tahu?

___bersambung......

#Tim Proof  Collector

Rabu, 08 Januari 2020

Grammar for singing

Grammar 1 D by Mr. Albert @Sydney
Pronoun
I bring my book for me myself because this book is mine.
You bring your book for you yourself because this book is yours.
He brings his book for him himself because this book is his.
She brings her book for her herself because this book is hers.
We bring our book for us ourselves because this book is ours.
They bring their book for them themselves because this book is theirs.
Lagu pernah ada rasa cinta.

Jujur sih udah berkali-kali selama di sekolah belajar ini, lebih dari 6 tahun lah diulang-ulang. Tapi berkali-kali juga lupa. Nah di sini baru saya temukan ada jembatan keledai ini. Cukup membantu saya mengingat pronoun ini.
#Grammar is Fun

Pre-speaking

Hari pertama "Daily Activities"
Kata Dina," Manusia di sini beragam ya?" Aku menyetujuinya setelah mendengar penjelasannya. Selain itu, aku jug kagum dengan member kelas ini. Mereka begitu semangat, ceria, dan sangat menghibur. Beberapa mereka satu peer grup jadi terlihat kelasnya kompak. Apalagi Ms Denik, tutor kami yang friendly, easy-going, dan asyik deh. Bahkan waktunya abis pun gak kerasa deh karena udah keasyikan. Hari pertama ini kami diminta menceritakan kegiatan harian kami masing-masing dari bangun tidur sampai tidur lagi. Beberapa mereka sudah lancar speakingnya entah menghafal atau memang sudah mampu. Tapi beberapa juga masih perlu bimbingan mis, dan mengeluarkan senjata "what to say blablabla". Tapi dari sini aku bisa melihat betapa mereka sadar mereka belum lancar speaking dan bela-belain les speaking. Dan aku rasa mereka beruntung bisa memiliki kesempatan ini.
Terlalu banyak untuk menceritakan detail per haringa guys. Ada pertemuan dimana kita menceritakan "hometown" dalam kelompok kecil 4-5 orang dalam 1 kelompok. Kebetulan aku masuk dalam kelompok orang-orang dari Sumatra, aku sendiri dari Jawa. Di situlah aku merasa minoritas di tanah sendiri. Setelah 1 per satu cerita di kelompok, masing-masing perwakilan kelompok maju ke depan menceritakan "hometown"nya sendiri.
Di final test kami mempromosikan suatu produk. Produknya bebas boleh buatan sendiri, modifikasi produk yang ada, ataupun memang punya usaha sendiri yang mau dipromosikan. Ada yang mempromosikan jasa pembuatan CV, es oyen, nextar coklat, perkedel, sling bag, dll. Kata Ms Denik kenapa dipilih final test nya Kaya gini adalah supaya generasi muda saat ini benar-benar sadar kalo persaingan bisnis sangat luas tanpa batas jarak dan waktu. Siapa yang kreatif dialah yang survive. Untuk dapat bertahan dalam era globalisasi inilah kita perlu kreatifitas dan religiusitas.

#Generasi muda
#Generasi emas
#Berkarya
#Berdaya