Hari pertama "Daily Activities"
Kata Dina," Manusia di sini beragam ya?" Aku menyetujuinya setelah mendengar penjelasannya. Selain itu, aku jug kagum dengan member kelas ini. Mereka begitu semangat, ceria, dan sangat menghibur. Beberapa mereka satu peer grup jadi terlihat kelasnya kompak. Apalagi Ms Denik, tutor kami yang friendly, easy-going, dan asyik deh. Bahkan waktunya abis pun gak kerasa deh karena udah keasyikan. Hari pertama ini kami diminta menceritakan kegiatan harian kami masing-masing dari bangun tidur sampai tidur lagi. Beberapa mereka sudah lancar speakingnya entah menghafal atau memang sudah mampu. Tapi beberapa juga masih perlu bimbingan mis, dan mengeluarkan senjata "what to say blablabla". Tapi dari sini aku bisa melihat betapa mereka sadar mereka belum lancar speaking dan bela-belain les speaking. Dan aku rasa mereka beruntung bisa memiliki kesempatan ini.
Terlalu banyak untuk menceritakan detail per haringa guys. Ada pertemuan dimana kita menceritakan "hometown" dalam kelompok kecil 4-5 orang dalam 1 kelompok. Kebetulan aku masuk dalam kelompok orang-orang dari Sumatra, aku sendiri dari Jawa. Di situlah aku merasa minoritas di tanah sendiri. Setelah 1 per satu cerita di kelompok, masing-masing perwakilan kelompok maju ke depan menceritakan "hometown"nya sendiri.
Di final test kami mempromosikan suatu produk. Produknya bebas boleh buatan sendiri, modifikasi produk yang ada, ataupun memang punya usaha sendiri yang mau dipromosikan. Ada yang mempromosikan jasa pembuatan CV, es oyen, nextar coklat, perkedel, sling bag, dll. Kata Ms Denik kenapa dipilih final test nya Kaya gini adalah supaya generasi muda saat ini benar-benar sadar kalo persaingan bisnis sangat luas tanpa batas jarak dan waktu. Siapa yang kreatif dialah yang survive. Untuk dapat bertahan dalam era globalisasi inilah kita perlu kreatifitas dan religiusitas.
#Generasi muda
#Generasi emas
#Berkarya
#Berdaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar